Relawan Ambulans di Lampung Selatan Koleksi Puluhan Ribu Uang Kuno Sejak 1990

Lampung Selatan, 11 Mei 2026 – Di balik aktivitasnya sebagai relawan ambulans, seorang pria sederhana di Kabupaten Lampung Selatan ternyata memiliki hobi unik yang penuh nilai sejarah. Pria yang akrab disapa Mas Gondrong ini telah mengoleksi puluhan ribu uang kuno dan mata uang mancanegara sejak tahun 1990.

Koleksi yang ia simpan di kediamannya di Desa Merbau Mataram, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, terdiri dari uang koin dan uang kertas dari sekitar 100 negara. Tidak hanya jumlahnya yang fantastis, beberapa koleksi miliknya juga memiliki nilai sejarah tinggi karena berasal dari masa lampau.

Salah satu koleksi tertuanya adalah koin keluaran VOC tahun 1790. Selain itu, Mas Gondrong juga menyimpan uang Karisidenan Banten, uang Tanjung Karang, hingga pecahan uang Rp1 sampai Rp1.000 bergambar Presiden Soekarno yang kini sudah sangat jarang ditemukan.

Meski dikenal sebagai kolektor uang kuno, kehidupan Mas Gondrong jauh dari kata mewah. Pria asal Giriharjo tersebut memilih merahasiakan nama aslinya. Ia mengaku tidak lulus sekolah dasar dan menjalani kehidupan yang sederhana serta serba pas-pasan.

Namun keterbatasan ekonomi tidak menghalangi semangatnya untuk terus merawat koleksi bersejarah tersebut. Ketertarikannya terhadap uang kuno bermula dari rasa ingin tahu tentang nama-nama mata uang dari berbagai negara. Seiring waktu, ia mulai memahami bahwa setiap lembar uang dan setiap keping koin menyimpan cerita sejarah panjang yang sangat berharga.

“Awalnya hanya penasaran dengan mata uang negara lain. Lama-lama saya sadar kalau uang itu bukan sekadar alat pembayaran, tapi juga bagian dari sejarah,” ungkap Mas Gondrong.

Menariknya, seluruh koleksi yang dimilikinya bukan berasal dari hasil membeli dengan harga mahal. Sebagian besar ia dapatkan melalui pergaulan, membantu orang lain, hingga barter sederhana menggunakan ayam.

Cara unik tersebut justru membuat perjalanan koleksinya semakin berkesan. Dari tahun ke tahun, jumlah koleksinya terus bertambah hingga mencapai puluhan ribu keping.

Di sela kesibukannya sebagai relawan ambulans, Mas Gondrong tetap meluangkan waktu untuk merawat dan menyusun koleksi-koleksinya dengan rapi. Baginya, uang kuno bukan hanya benda antik, melainkan saksi perjalanan sejarah yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.

Mas Gondrong juga memiliki cita-cita besar untuk masa depan. Ia ingin membangun sebuah galeri pribadi yang dapat menjadi tempat edukasi sejarah bagi generasi muda, khususnya di Lampung Selatan.

Menurutnya, melalui uang kuno masyarakat bisa belajar banyak hal tentang perjalanan bangsa, perkembangan ekonomi, hingga sejarah pemerintahan di berbagai negara.

Semangat dan ketekunan Mas Gondrong menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menjaga warisan sejarah. Dari sebuah hobi sederhana, ia berhasil mengumpulkan koleksi berharga yang tidak hanya bernilai materi, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan sejarah yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *