Lampung Tengah, 15 Mei 2026 – Kerusakan jalan poros penghubung antar kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah kembali menjadi keluhan masyarakat. Kondisi jalan yang rusak parah membuat warga Kampung Srikaton, Kecamatan Anak Tuha, mengambil inisiatif dengan memortal sejumlah jalan antar dusun guna mencegah kerusakan semakin meluas.
Kerusakan infrastruktur jalan di Lampung Tengah bukan sekadar isu, namun nyata dirasakan masyarakat di berbagai wilayah. Salah satunya di Kampung Srikaton, Kecamatan Anak Tuha, yang hampir seluruh ruas jalan porosnya mengalami kerusakan berat.

Warga menyebut, upaya perbaikan sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan oleh pemerintah kampung setempat. Namun keterbatasan anggaran membuat perbaikan jalan belum mampu mengatasi kerusakan secara maksimal.
Jalan yang rusak kerap ditimbun menggunakan sabes agar dapat dilalui kendaraan. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak bertahan lama karena tingginya intensitas kendaraan bertonase berat yang melintas di jalur tersebut.
Akibat jalan utama rusak parah, sejumlah pengendara bahkan mencari jalur alternatif melalui jalan dusun yang dibangun menggunakan Anggaran Dana Desa. Kondisi ini membuat jalan lingkungan warga ikut mengalami kerusakan.

Untuk mencegah kerusakan bertambah parah, warga Kampung Srikaton akhirnya berinisiatif melakukan pemortalan di beberapa akses jalan antar dusun. Portal dipasang agar kendaraan besar dan bermuatan berat tidak lagi melintasi jalan lingkungan.
Warga hanya memperbolehkan kendaraan kecil serta sepeda motor melintas di jalan dusun tersebut demi menjaga kondisi jalan tetap layak digunakan masyarakat setempat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan poros kabupaten yang rusak, sehingga aktivitas warga dan distribusi hasil ekonomi tidak terus terganggu.






